Bitcoin Terjun Bebas: Euforia Trump Buyar, Harga Kembali Anjlok!

Bitcoin Terjun Bebas: Euforia Trump Buyar, Harga Kembali Anjlok!

Oleh : iTheoS

Glitik - Bitcoin, mata uang kripto terbesar di dunia, kembali terperosok dan menghapus seluruh kenaikan harga lebih dari 30 persen yang dicatat sejak awal tahun. Setelah sempat menyentuh rekor tertinggi 126.251 dollar AS pada 6 Oktober 2025, harga Bitcoin jatuh di bawah 93.714 dollar AS pada Minggu (16/11/2025), bahkan melewati level penutupan akhir tahun lalu.

Penurunan tajam ini terjadi akibat memudaranya euforia pasar yang sempat terdorong oleh sikap pro-kripto pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Komentar Trump soal tarif perdagangan yang mengejutkan pasar global memicu kepanikan dan aksi jual besar-besaran.

Matthew Hougan, Chief Investment Officer Bitwise Asset Management, menyatakan, "Pasar sedang berada dalam fase menghindari risiko. Kripto adalah indikator paling awal dari sentimen itu, dan menjadi yang pertama melemah."

Dalam sebulan terakhir, pembeli institusional utama seperti pengelola ETF dan perusahaan besar mulai menarik diri, menyebabkan aliran dana ke pasar Bitcoin kian berkurang. Hal ini menekan penopang utama reli harga Bitcoin sepanjang tahun.

Selain itu, penurunan saham teknologi besar turut menurunkan selera risiko investor. Produk ETF Bitcoin mencatat arus dana masuk lebih dari 25 miliar dollar AS sepanjang tahun, memuncak pada total aset 169 miliar dollar AS yang menopang narasi Bitcoin sebagai instrumen diversifikasi portofolio.

Namun narasi itu kini goyah. Jake Kennis, Senior Research Analyst di Nansen menyebut penurunan itu disebabkan kombinasi aksi ambil untung investor jangka panjang, arus keluar institusional, ketidakpastian makroekonomi, dan likuidasi posisi leverage.

Salah satu indikator melemahnya minat beli institusional terlihat pada Strategy Inc. milik Michael Saylor, yang sahamnya kini mendekati nilai kepemilikan Bitcoin bersihnya, menunjukkan investor tidak lagi memberikan premi atas strategi agresif.

Siklus kenaikan dan penurunan ekstrem merupakan ciri khas Bitcoin sejak lama. Tahun 2017, harga Bitcoin melejit lebih dari 13.000 persen, sebelum turun 75 persen di tahun berikutnya. Hougan menilai penurunan kali ini bisa jadi peluang beli, karena banyak investor memilih keluar lebih dulu untuk menghindari kerugian besar.

Bitcoin masih menyumbang hampir 60 persen dari total nilai pasar kripto global yang mencapai sekitar 3,2 triliun dollar AS. Namun koreksi lebih tajam terjadi pada aset kripto berkapitalisasi kecil yang kurang likuid, dengan indeks MarketVector turun sekitar 60 persen sepanjang tahun.

Chris Newhouse, Director of Research di Ergonia, menyimpulkan bahwa siklus naik turun memang wajar dalam pasar kripto, namun sentimen pasar saat ini masih skeptis tanpa adanya katalis kenaikan yang jelas dalam waktu dekat.