Bitcoin Melambung ke Rp1,5 Miliar! Rahasia Kuat dari Goldman Sachs hingga Vanguard Bikin Harga Terbang

Bitcoin Melambung ke Rp1,5 Miliar! Rahasia Kuat dari Goldman Sachs hingga Vanguard Bikin Harga Terbang

Oleh : iTheoS

Glitik - Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dan menembus level USD92.000 atau sekitar Rp1,5 miliar pada perdagangan Selasa malam hingga Rabu pagi waktu Indonesia, setelah sempat tertekan oleh gelombang likuidasi besar pekan lalu. 

Penguatan ini terjadi seiring meningkatnya minat institusi global dan pulihnya sentimen pasar yang positif usai penurunan akhir pekan lalu. 

Aset kripto terbesar dunia ini diprediksi akan terus mendapat dukungan dari langkah strategis sejumlah institusi keuangan besar yang memperluas eksposur terhadap Bitcoin dan produk turunannya.

Langkah penting yang memicu penguatan Bitcoin adalah langkah Goldman Sachs yang berencana mengakuisisi Innovator Capital Management dalam kesepakatan senilai sekitar USD2 miliar. 

Akuisisi ini akan memperkuat posisi Goldman Sachs di ekosistem ETF Bitcoin dan pasar aset digital secara umum, menandakan komitmen kuat mereka untuk menyediakan solusi investasi berbasis kripto bagi klien institusional dan individu. 

Selain itu, Vanguard secara resmi membuka akses perdagangan ETF Bitcoin bagi jutaan kliennya setelah sebelumnya menolak produk berbasis aset digital ini. 

Robert Kiyosaki Jual Bitcoin Rp 37,5 Miliar, Alihkan Duit ke Bisnis yang Untung Besar!

Bank of America juga telah mengizinkan 15.000 penasihat keuangannya untuk merekomendasikan alokasi Bitcoin sebesar 1–4% dalam portofolio klien mereka, meningkatkan akses dan kepercayaan investor terhadap aset kripto ini.

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menyoroti bahwa keputusan strategis dari institusi besar tersebut menjadi faktor utama dalam penguatan harga Bitcoin pekan ini. 

Selain itu, rebound harga ini juga didorong oleh dinamika pasar jangka pendek, di mana koreksi ke area USD83.800–84.000 memicu likuidasi besar, namun segera disusul dengan volume perdagangan yang meningkat drastis dalam 24 jam terakhir sebagai respons terhadap level support yang kuat. 

Sentimen makroekonomi juga mendukung pergerakan harga, terutama berakhirnya program Quantitative Tightening (QT) oleh Federal Reserve pada awal Desember yang menyuntikkan likuiditas besar ke pasar dan biasanya mendorong aset berisiko seperti kripto.

Bitcoin Melonjak di Tengah Duel Tekanan Jual dan Arus Keluar Besar, Stablecoin Binance Pecahkan Rekor

Prediksi para ahli menyatakan bahwa harga Bitcoin untuk bulan Desember 2025 akan bergerak maksimal di kisaran USD93.000-an, dengan potensi penurunan ke wilayah sekitar USD88.000, mencerminkan volatilitas namun didukung oleh faktor fundamental yang mulai menguat. 

Selain itu, likuiditas pasar yang meningkat dan perubahan regulasi serta kebijakan institusional menjadi katalis penting dalam menjaga momentum positif Bitcoin di akhir tahun 2025 ini.

Secara keseluruhan, kombinasi penerimaan institusional yang semakin luas, perubahan kebijakan institusi keuangan besar, serta kondisi makroekonomi global yang menguntungkan menjadi dorongan utama bagi penguatan harga Bitcoin yang sudah menembus level di atas Rp1,5 miliar per BTC pada awal Desember 2025 ini.