Banjir & Kayu Misterius Viral: DPR dan Kemenhut Siap Ungkap Fakta di Rapat Panas!
Glitik - Komisi IV DPR RI akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Kementerian Kehutanan pada Kamis pekan depan untuk membahas kasus banjir dan longsor yang menyerang sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
Wakil Ketua Komisi IV, Panggah Susanto, mengonfirmasi bahwa rapat ini fokus pada penyebab bencana serta isu kayu gelondongan yang viral terbawa arus banjir.
Video kayu-kayu besar yang terlihat terbawa arus di daerah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah memicu perhatian luas dan spekulasi publik soal deforestasi dan potensi pembalakan liar.
Banyak warganet menduga bahwa kerusakan hutan jadi faktor yang memperparah banjir dan longsor di wilayah tersebut.
Menanggapi viralnya video itu, Dirjen Penegakan Hukum Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho, menyatakan bahwa kayu gelondongan tersebut diduga berasal dari pemegang hak atas tanah (PHAT) di area penggunaan lain (APL).
Duka Polda Riau: Tewas dan Hilang di Banjir Bandang Padang, Misi Dinas Jadi Tragedi
Dia menambahkan bahwa kayu-kayu tersebut adalah hasil tebangan lama yang sudah lapuk dan kemudian terbawa air banjir, sesuai dengan regulasi Kehutanan melalui sistem SIPPUH.
Meski begitu, penyelidikan lanjutan tetap diperlukan karena banjir masih berlangsung. Dwi juga menjelaskan bahwa Gakkum Kemenhut secara aktif menindak berbagai bentuk ilegal logging dengan menggunakan skema PHAT, khususnya di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang juga sedang menghadapi bencana.
Saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan kayu tersebut berasal dari aktivitas ilegal, Dwi menekankan bahwa hal ini masih menjadi potensi yang tidak boleh diabaikan dan akan terus diperiksa.