Bahasa sebagai Interaksi Sosial dan Cermin Budaya Masyarakat

Bahasa sebagai Interaksi Sosial dan Cermin Budaya Masyarakat

Oleh :

Bahasa sebagai Interaksi Sosial dan Cermin Budaya Masyarakat

Oleh: Mutia Fadillah


Bahasa adalah salah satu unsur terpenting dalam kehidupan manusia. Menurut Gorys Keraf (1984), bahasa adalah alat komunikasi antaranggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Edward Sapir (1921) menyatakan bahwa bahasa adalah suatu metode yang bersifat manusiawi dan noninstingtif untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan keinginan melalui sistem simbol yang dihasilkan secara sukarela. Menurut Halliday (1978), bahasa berfungsi sosial, yaitu sebagai alat untuk mengekspresikan makna dalam konteks sosial. Menurutnya, bahasa tidak bisa dilepaskan dari situasi, peran, dan hubungan antarpembicara. Itulah beberapa pengertian bahasa menurut para ahli.

Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menyampaikan pikiran dan perasaan, tetapi juga menjadi sarana utama dalam membangun interaksi sosial dan mencerminkan kebudayaan masyarakat. Dengan bahasa, manusia dapat berpikir, berkomunikasi, dan menjalin hubungan sosial dengan masyarakat. Bahasa menjadi wadah bagi lahirnya ekspresi budaya serta memperkuat identitas suatu kelompok masyarakat.

Bahasa juga memiliki beberapa fungsi, yaitu:

1. Secara umum, bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi lisan maupun tulisan.
2. Santoso dkk. (2004) berpendapat bahwa bahasa sebagai alat komunikasi memiliki fungsi sebagai berikut:
1. Fungsi informasi,
2. Fungsi ekspresi diri,
3. Fungsi adaptasi dan integrasi,
4. Fungsi kontrol sosial.

Melalui bahasa, nilai-nilai sosial dan budaya diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Oleh karena itu, bahasa tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sosial dan budaya manusia. Berikut beberapa pengetahuan tentang bahasa.

1. Bahasa sebagai Sarana Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah kebutuhan dasar manusia. Interaksi sosial merupakan proses hubungan timbal balik antara individu atau kelompok yang melibatkan pertukaran pesan, sikap, dan perilaku. Melalui bahasa, individu dapat menyampaikan gagasan, memberikan perintah, menanyakan sesuatu, atau menunjukkan perasaan kepada orang lain.

Bahasa juga berperan dalam menciptakan dan menjaga hubungan sosial. Misalnya, penggunaan bahasa yang sopan menunjukkan sikap saling menghormati satu sama lain, sedangkan bahasa yang kurang sopan mencerminkan sikap yang tidak baik. Bahasa tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai alat sosial yang mengatur tata cara berinteraksi antaranggota masyarakat.

Bahasa seperti dialek, logat, dan gaya tutur memperlihatkan bagaimana bahasa menyesuaikan diri dengan konteks sosial. Dalam masyarakat, misalnya, penutur menggunakan berbagai ragam bahasa sesuai dengan situasi. Bahasa formal digunakan dalam pertemuan resmi, sedangkan bahasa nonformal digunakan dalam percakapan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa bersifat dinamis dan selalu menyesuaikan dengan fungsi serta penuturnya.

2. Bahasa sebagai Cermin Budaya Masyarakat

Bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga mencerminkan budaya masyarakat melalui cara penggunaannya. Bahasa mengandung sistem nilai, norma, dan pandangan hidup yang tumbuh dalam kebudayaan masyarakat. Melalui bahasa, seseorang dapat mengenali pola pikir dan cara pandang masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya.

Bahasa menjadi sarana untuk mewariskan nilai-nilai budaya dari generasi ke generasi berikutnya melalui peribahasa, petatah-petitih, pantun, dan ungkapan tradisional yang berkaitan dengan kebudayaan. Bahasa dan budaya memiliki hubungan yang saling memengaruhi. Budaya membentuk cara manusia berbahasa, sedangkan bahasa menjadi media untuk menyebarkan dan melestarikan budaya. Jadi, melalui bahasa kita dapat mengenal bahwa bahasa juga merupakan cermin budaya masyarakat, yang berarti bahasa berfungsi untuk melestarikan budaya serta menghargai warisan nenek moyang yang menjadi bagian dari 
kepribadian bangsa.

3. Hubungan Timbal Balik antara Bahasa dan Budaya

Bahasa membentuk budaya, dan budaya memengaruhi cara manusia berbahasa. Dalam komunikasi sosial, bahasa menjadi medium penyebaran nilai-nilai budaya, sedangkan budaya memberikan konteks terhadap penggunaan bahasa. Misalnya, dalam masyarakat yang menjunjung tinggi sopan santun, bahasa yang digunakan cenderung halus dan penuh rasa hormat.

Bahasa juga menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman. Pada masa kini, banyak anak muda yang menyalahgunakan bahasa ketika berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Misalnya, berbicara tidak sopan kepada orang tua atau menggunakan kata-kata kasar kepada teman dan orang yang lebih tua. Hal ini menunjukkan sikap yang tidak sopan serta kurangnya rasa saling menghargai dalam berbahasa.

4. Peran Bahasa dalam Menjaga Identitas Sosial dan Budaya

Bahasa memiliki fungsi penting dalam menjaga identitas sosial dan budaya suatu kelompok masyarakat. Melalui bahasa, kita dapat menunjukkan di mana kita tinggal, dari daerah mana kita berasal, dan nilai-nilai budaya apa yang kita anut. Bahasa daerah juga dapat menunjukkan identitas kedaerahan seseorang.

Dalam konteks nasional, Bahasa Indonesia berperan sebagai alat pemersatu di tengah keberagaman suku dan budaya yang ada di Indonesia. Meskipun setiap daerah memiliki bahasa lokal, bahasa Indonesia tetap menjadi sarana utama dalam menciptakan interaksi sosial antarmasyarakat dan antarwarga negara. Dengan demikian, bahasa tidak hanya memperkuat jalinan sosial, tetapi juga memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bahasa memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Bahasa bukan hanya sebagai alat komunikasi untuk saling mengenal, tetapi juga sebagai sarana interaksi sosial, cermin budaya masyarakat, dan alat untuk menjalin hubungan sosial antaranggota masyarakat.

Bahasa juga menjadi penanda identitas seseorang, baik dari segi asal daerah maupun budaya yang dianut. Dengan bahasa, kita dapat saling mengenal dan berinteraksi meskipun berasal dari daerah yang berbeda. Oleh karena itu, bahasa harus dijaga dan digunakan dengan baik agar tetap menjadi alat pemersatu serta cerminan budaya bangsa.