Aceh Darurat! Ajak UNICEF-UNDP Bantu Banjir Longsor, Korban Sumbar-Sumut Tembus 1.000 Jiwa
Glitik - Pemerintah Aceh mengajak lembaga internasional seperti UNDP dan UNICEF turut membantu penanganan korban banjir dan longsor yang melanda Aceh sejak dua pekan terakhir. Ajakan ini terinspirasi pengalaman kolaborasi pasca-tsunami Aceh 2004.
Juru Bicara Pemprov Aceh, Muhammad MTA, menyatakan sebanyak 1.960 relawan dari 77 lembaga telah terlibat dalam tanggap darurat dan pemulihan.
Mereka tercatat di Desk Relawan BNPB dan Posko Aceh, berasal dari NGO lokal, nasional, hingga internasional, dan jumlahnya berpotensi bertambah.
Kontribusi Relawan dan Apresiasi Pemprov
Pemprov Aceh mengapresiasi relawan yang memperkuat upaya TNI, Polri, BNPB, BPBA Aceh, Basarnas, pemerintah daerah, serta warga setempat. Beberapa lembaga terdaftar: Save The Children, Islamic Relief, ABF, DH Charity, FKKMK UGM, Mahtan Makassar, Relawan Nusantara, Baznas, EMT AHS UGM, Koalisi NGO HAM, Katahati Institute, Orari, Yayasan Geutanyoe.
“Langkah strategis pemulihan akan terus diawasi Pemerintah Pusat. Mari bersatu bantu Aceh bangkit,” tegas MTA dalam keterangan tertulis, Minggu (14/12/2025).
Data Korban Mengerikan dari BNPB
BNPB catat korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, serta Sumatera Utara tembus 1.003 jiwa (data terakhir 14/12/2025 via Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera 2025).