13 Narapidana Tewas di Penjara Ekuador, Ledakan Drone Jadi Pengalih Perhatian Geng Narkoba!

13 Narapidana Tewas di Penjara Ekuador, Ledakan Drone Jadi Pengalih Perhatian Geng Narkoba!

Oleh : dhiwa

Glitik - Otoritas Ekuador melaporkan 13 narapidana tewas di Penjara Machala, fasilitas pesisir yang dikenal sebagai pusat konflik antar geng kriminal, selama akhir pekan. Pemerintah sedang melakukan penyelidikan intensif terhadap insiden mematikan ini.

Menurut layanan pemasyarakatan nasional SNAI, jenazah ditemukan polisi tak lama setelah ledakan alat peledak di luar kompleks penjara. Ledakan itu diduga sebagai taktik pengalihan perhatian oleh kelompok kriminal dari luar, kemungkinan melalui serangan drone, metode yang semakin umum dalam kekerasan kartel narkoba Ekuador.

Media lokal menyebut korban diduga meninggal akibat asfiksia atau kekurangan oksigen, meski penyebab pasti menunggu hasil otopsi dan forensik. Ledakan terjadi sekitar 100 meter dari penjara, memperburuk situasi yang sudah tegang.

Insiden ini menambah catatan tragis di Machala: bulan lalu 31 narapidana tewas karena kerusuhan bersenjata, dan akhir September lalu 14 orang termasuk seorang sipir gugur dalam bentrokan serupa. Penjara Ekuador kini jadi arena perang geng narkoba yang berebut jalur perdagangan internasional, sering disertai mutilasi dan pembakaran jenazah yang diabadikan di media sosial.

Komisi Hak Asasi Manusia Inter-Amerika (IACHR) mencatat setidaknya 663 narapidana tewas sejak 2020 akibat kekerasan penjara. Presiden Daniel Noboa menerapkan pendekatan garis keras mirip Nayib Bukele di El Salvador, termasuk deklarasi konflik bersenjata internal pada 2024 melawan kartel yang semakin terorganisir.